Metoda Pengobatan Menurut Rasulullah yang Menjadi Acuan Seorang Perawat

                 Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih sarat dengan beragam penyembuhan dan obat yang bermanfaat dengan izin Allah SWT. Sehingga mestinya kita tidak terlebih dahulu berpaling dan meningggalkannya untuk beralih kepada pengobatan kimiawi yang ada di masa sekarang.

Jabir RA membawakan hadist dari Rasulullah SAW: “Setiap penyakit ada obatnya. Maka bila obat itu mengenai penyakit akan sembuh dengan izin Allah SWT.” (HR. Muslim)

 

Thibbun Nabawi

                Thibbun Nabawi ialah pengobatan cara nabi. Ciri khas dari pengobatan ini bersifat ilahiah dan alamiah. Sesuai dengan konsep Islam yang bersifat fitrah, dari mulai aqidah, ibadah, muamalah demikian juga dalam pengobatannya. Thibbun nabawi mencakup bidang penyembuhan, pencegahan, cara hidup sehat Rasul, keadaan mental, serta spiritual karena thibbun nabawi berjalan tidak hanya pada ruh melainkan juga pada jasad. Secara garis besar pengobatan thibbun nabawi memiliki tujuan preventif (pencegahan) dan kuratif (pengobatan).

Pengobatan Nabawiyyah (At-Thibbun Nabawi) bukan pengobatan Alternatif. Keberadaan berbagai penyakit termasuk sunnah kauniyyah yang diciptakan oleh Allah SWT. Penyakit-penyakit itu merupakan musibah dan ujian yang ditetapkan Allah SWT atas hamba-hamba-Nya. Dan sesungguhnya pada musibah itu terdapat kemanfaatan bagi kaum mukminin.

Keutamaan Allah SWT yang diberikan kepada kaum mukminin, yaitu Dia menjadikan sakit yang  menimpa seorang mukmin sebagai penghapus dosa dan kesalahan mereka. Sebagaimana terdapat dalam hadits Abdullah bin Mas’ud RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah seorang muslim ditimpa gangguan berupa sakit atau lainnya, melainkan Allah SWT menggugurkan kesalahan-kesalahannya sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya.” (HR. Al-Bukhari no.5661 dan Muslim no. 6511).

 

  • Prinsip-prinsip pengobatan
  1. Meyakini bahwa Allah SWT.yang Maha Menyembuhkan segla penyakit

Rasulullah SWA.mengajarkan bahwa AllahSWT.adalah Dzat Yang Maha Penyembuh. Allah SWT.berfirman, “Dan apabila aku sakit, maka Dia-lah yang menyembuhkan aku”. (Qs. Asy-Syu’ara (26): 80).

Jika kita merasa yakin, insya Allah akan diberi kesembuhan dengan cepat. Rasulullah SAW.mengajarkan agar orang yang sakit senantiasa berdoa kepada Allah SWT. Salah satunya doa Nabi Yunus: Laa illaha illa anta subhanaka inni kuntu minal dhalimiin atau doa sebagi berikut:

mm

 

 

 

 

“Ya allah, Rabb pemelihara manusia, hilangkanlah penyakit ini dan sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan sedikit pun penyakit.” (Hr. Bukhari).

 

  1. Menggunakan obat yang halal dan baik

Jika kita mengingkinkan kesembuhan dari Allah, maka obat yang digunakan juga harus baik dan diridhai Allah SWT.karena Allah melarang memasukan barang yang haram dan merusak ke dalam tubuh kita. Allah berfirman:

“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah direzekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepadanya”(QS. Al-Maidah (5): 88).

“Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obatnya, dan menjadikan setiap penyakit pasti ada obatnya. Maka berobatlah kalian, tapi jangan dengan yang haram.” (HR. Abu Dawud).

Menggunakan obat yang halal, selain mendatangkan ridha Allah juga akan menjaga supaya badan tetap sehat.

 

  1. Tidak menimbulkan madharat

Dalam menyembuhkan penyakit, harus diperhatikan mengenai kemidharatan obat. Seorang dokter muslim akan selalu mempertimbangkan penggunaan obat sesuai dengan penyakitnya.

 

  1. Pengobatan tidak bersifat TBC (tahayul, bid’ah dan churafat)

Pengobatan yang disyariatakan dalam Islam adalah pengobatan yang bisa diteliti secara ilmiah. Pengobatan dalam Islam tidak boleh berbau syirik (pergi ke dukun, kuburan,dsb).

 

  1. Selalu ikhtiar dan tawakal

Islam mengajarkan dalam berobat hendakalah mencari obat atau dokter yang lebih baik. Dalam kedokteran Islam diajarkan bila ada dua obat yang kualitasnya sama maka pertimbangan kedua yang harus diambil adalah yang lebih efektif dan tidak memiliki efek rusak bagi pasien. Itulah sebabnya Rasulullah menganjurkan kita untuk berobat pada ahlinya.

 

  1. Preventif (Pencegahan)

Semua tata cara hidup sehat ala Rasulullah merupakan tindakan preventif yang beliau ajarkan kepada umatnya. Diantaranya:

  1.   Ibadah, dapat menjaga kesehatan
  • Shalat tahajud 

hk

“Hendaklah kalian bangun malam. Sebab hal itu merupakan kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian. Wahana pendekatan diri kepada Allah SWT, penghapus dosa dan pengusir penyakit dari dalam tubuh”. (HR at-Tirmidzi).

Jika melakukan shalat tahajud secara rutin, benar gerakannya, ikhlas dan khusyu niscaya (dengan seijin Allah SWT) akan terbebas dari penyakit infeksi dan kanker, menjadikan tubuh bugar dan bersemangat, serta terhindar dari penyakit punggung pada usia tua. Dr. Abdul Hamid diyab dan Dr. Ah Qurquz mengungkapkan bahwa shalat malam atau shalat tahajud dapat meningkatkan daya tahan tubuh kita sehingga tidak mudah terkana penyakit, akan menenangkan hati dari segala kegundahan dan kegelisahan hidup yang dialami. memiliki kandungan aspek meditasi dan relaksasi yang cukup besar, dan memiliki pengaruh terhadap kejiwaan yang dapat digunakan sebagai strategi penanggulangan adaptif pereda stres.

  • Puasa sunnah

 

ki

 

تَعْلَمُون كُنْتُمْ إِنْ لَكُمْ خَيْرٌ تَصُومُوا وَأَنْ

Dan kalau kalian puasa itu lebih baik bagi kalian kalau kalian mengetahuinya.” (Surat Al-Baqoroh: 184).

Puasa menjaga kesehatan pencernaan, perbaikan tubuh dan otak, menyehatkan jantung, menurunkan berat badan, memelihara kesehatan jiwa, meredakan rasa sakit,serta terhindar dari ” jet lag” yaitu suatu sindrom berupa rasa tidak nyaman pada pencernaan, pikiran, kelelahan disertai gangguan tidur, akibat bepergian melintasi zona waktu yang berbeda.

  1.   Menjaga kebersihan dan kesucian
  • Kebersihan tubuh

kl

 “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Fitrah ada lima atau lima perkara dari fitrah; berkhitan, menghabiskan bulu kemaluan, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan menipiskan kumis.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

  • Kebersihan Lingkungan

ol

Menjaga lingkungan dari sumber penyakit misalnya karantina untuk penderita wabah, melarang urinasi pada air yang tenang (tidak mengalir), dll. Menutup tempat makanan dan minuman yang terisi juga merupakan tindakan perventif (pencegahan) “Jabir radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tutuplah tempat-tempat makanan, tempat-tempat minuman karena sesungguhnya di dalam setahun ada sebuah malam yang turun di dalamnya wabah penyakit tidak dia melewati sebuah tempat makanan atau minuman yang tidak tertutup, atau tidak ada penghalang di atasnya melainkan turun di dalamnya dari wabah penyakit tersebut.” (HR. Muslim).

  1.   Pola dan Tata Cara Makan

hhg

  • Pastikan makanan yang didapatkan adalah halal dan baik (thayyib) serta tidak mengandung unsur-unsur yang haram.

وَكُلُواْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّهُ حَلاَلاً طَيِّباً وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِيَ أَنتُم بِهِ مُؤْمِنُونَ

“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.” (QS: Al Maidah: 88).

Halal berkaitan dengan urusan akhirat, yaitu halal cara mendapatkannya dan halal barangnya. Sedangkan thayyib berkaitan dengan urusan duniawi, seperti baik tidaknya atau bergizi tidaknya makanan yang dikonsumsi.

  • Makan sesudah lapar dan berhenti sebelum kenyang

klk

Aturannya, kapasitas perut dibagi ke dalam tiga bagian, yaitu sepertiga untuk makanan (zat padat), sepertiga untuk minuman (zat cair), dan sepertiga lagi untuk udara (gas).

“Al Miqdam bin Ma’dikarib radhiyallahu ‘anhu berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seorang manusia mengisi sebuah tempat yang lebih buruk daripada perut, cukuplah bagi seorang manusia beberapa suapan yang menegakkan punggungngya, dan jika hawa nafsunya mengalahkan manusia, maka 1/3 untuk makan dan 1/3 untuk minum dan 1/3 untuk bernafas.” HR. Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah, no. 2265.

  • Mencuci kedua tangan sebelum makan

jkj

 “Apabila Rasululllah Sholallahu Alaihi Wassalam hendak tidur sedangkan Beliau dalam keadaan junub, maka beliau berwudhu terlebih dahulu dan apabila hendak makan, beliau mencuci kedua tangannya terlebih dahulu.” (HR. Ahmad)

  • Makan dengan tenang, tidak tergesa-gesa, dan dengan tempo sedang.

Cara makan seperti ini akan menghindarkan tersedak, tergigit, dan makanan bisa dikunyah dengan lebih baik, sehingga kerja organ pencernaan pun jadi lebih ringan.

  1.   Kuratif (Pengobatan)

Sabda Rasulullah SAW: “Tidaklah Allah SWT menurunkan suatu penyakit, melainkan Dia turunkan penyembuhnya.” (HR. Al-Bukhari dan Ibnu Majah)

Macam Pengobatan ala Nabi SAW:

  1. Spiritual Illahiyah (do’a dan dzikir dikenal dengan istilah Ruqyah Syar’iyah)
  2. Materi Natural (obat alamiah seperti madu, zam-zam, zaitun, habbatussauda’, talbinah, kurma, dll)
  3. Bersifat Terapi (Hijamah atau bekam)
  4. Kombinasi dari ketiganya
  • Spiritual Illahiyah

hhl

 

 

 

 

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an apa yang merupakan syifa` dan rahmat bagi orang-orang yang beriman” (Al-Isra`: 82)

Di antara cara pengobatan yang bermanfaat dengan izin Allah SWT adalah ruqyah yang syar’i yang ditetapkan dalam Al-Qur’an dan As-Sunah yang shahih. Ketahuilah, Allah SWT menjadikan Al-Qur’anul Karim sebagai syifa (obat/penyembuh) sebagaimana firman-Nya: “Dan jikalau Kami jadikan Al-Qur’an itu suatu bacaan dalam selain  bahasa Arab tentulah mereka mengatakan: ‘Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?’ Apakah (patut Al-Qur’an) dalam bahasa asing, sedangkan (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: ‘Al-Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang yang beriman’.”

Yang dimaksud dengan obat spiritual adalah obat dari ayat-ayat Al-Qur’an atau do’a-do’a Rasulullah SAW, yang disebut dengan Ruqyah Syar’iyyah. Ruqyah biasanya dilakukan untuk pengobatan penyakit nonmedis yaitu suatu penyakit yang bersifat mistis seperti kesurupan, guna-guna, sihir dan lain-lain. Padahal ruqyah dapat juga dilakukan untuk mengobati penyakit medis, yang sasaran dan tujuannya adalah pengolahan/aktivitas spiritual untuk memperoleh ridho Allah swt dan Syafaatnya Rasullullah saw, sehingga Allah berkenan memberikan kesembuhan melalui energi spiritual atau enegi ilahiah yang bertugas dalam proses penyembuhan terhadap berbagai macam penyakit.

kkk

Ruqyah juga dapat diartikan yaitu pengobatan dengan cara membaca al-Qur’an dan doa-doa ma’surat dari Rasulillah SAW. Dari Aisyah RA., jika Rasullah SAW menjenguk orang sakit atau ada orang sakit yang dibawa ke hadapan Beliau, maka Beliau mengucapkan doa ruqyah.

Dalam hadits Abu Sa’id Al-Khudri RA tentang ruqyah dengan surat Al-Fatihah yang dilakukan salah seorang sahabat, benar-benar terlihat pengaruh obat tersebut pada penyakit yang diderita sang pemimpin kampong. Sehingga obat itu mampu menghilangkan penyakit, seakan-akan penyakit tersebut tidak pernah ada sebelumnya. Cara seperti ini merupakan pengobatan yang paling mudah dan ringan. Seandainya seorang hamba melakukan pengobatan ruqyah dengan membaca Al-Fatihah secara bagus, niscaya ia akan melihata pengaruh yang mengagumkan dalam kesembuhan.

Beberapa faedah yang dapat kita ambil dari hadits Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu’anhu adalah:

  1. Surah Al-Fatihah mustahab untuk dibacakan kepada orang yang disengat binatang berbisa dan orang sakit.
  2. Boleh mengambil upah dari ruqyah dan upah itu halal.
  3. Seluruh kambing itu sebenarnya milik orang yang meruqyah, adapun yang lainnya tidak memiliki hak, namun dibagikannya kepada teman-temannnya karena kedermawanan dan kebaikan.
  4. Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam minta bagian dalam rangka lebih menenangkan hati para sahabatnya dan untuk lebih menunjukkan bahwa upah yang didaptkan tersebut halal, tidak mengandung syubhat.
  • Ada tiga cara yang dilakukan Nabi dalam Ruqyah:

 1 . Nafats

Nafats yaitu membaca ayat Al Qur’an atau doa kemudian di tiupkan pada kedua telapak tangan kemudian di usapkan keseluruh badan pasien yang sakit. Dalam satu riwayat bahwasanya Nabi Muhammmad SAW apabila beliau sakit maka membaca “Al-muawwidzat” yaitu tiga surat Al Qur’an yang di awali dengan kata ” A’udzu ” Yaitu : surat An Nas, Al Falaq dan Al Ikhlas kemudian di tiupkan pada dua telapak tangannya lalu di usapkan keseluruh badan.

  1. Air liur yang di tempelkan pada tangan kanannya.

Di riwayatkan oleh Bukhari-Muslim : Bahwasanya Nabi Muhammad SAW apabila ada manusia tergores kemudian luka ,maka beliau membaca doa kemudian air liurnya ditempelkan pada tangan kanannya, lalu diusapkan pada luka orang itu.Inilah  doanya :

“ALLAHUMMA ROBBINNAS ADZHABILBAS ISYFI ANTASY-SYAFII LAA SYIFA-A ILLA SYIFA-UKA LAA YUGODIRU SAQOMAN “.

  1. Meletakkan tangan pada salah satu anggota badan.

Nabi Muhammad SAW pernah memerintahkan Utsman bin Abil Ash yang sedang sakit dengan sabdanya: ” Letakkanlah tangan mu pada anggota badan yang sakit kemudian bacalah “Basmalah 3x dan A’udzu bi-izzatillah waqudrotihi minsyarrima ajidu wa uhajiru 7x”

Dalam dunia keperawatan pengobatan spiritual digunakan, karena agar pasien merasa tenang dan lebih dekat lagi dengan Allah SWT. bahkan seorang perawat muslim harus mampu membacakan do’a menjenguk orang sakit, agar pasien cepat sembuh, do’anya boleh diucapkan atau dibacakan dalam hati. Biasanya pasien penyakit terminal lebih membutuhkan pengobatan spiritual karena mereka ingin dekat dengan Allah, merasa nyaman dan tenang serta matinya bermartabat.

  • Materi Natural (obat alamiah seperti madu, zam-zam, zaitun, habbatussauda’, talbinah, kurma, dll)

 

  1. Pengobatan dengan Madu

Allah SWT berfirman tentang madu yang keluar dari perut lebah:

madu

Artinya:

“…Dari perut lebah itu keluar minuman yang bermacam-macam warnanya. Di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi orang-orang yang memikirkan.”

Madu dapat digunakan untuk mengobati berbagai jenis penyakit dengan izin Allah SWT. Diantaranya untuk mengobati sakit perut, seperti ditunjukkan dalam hadits berikut ini: “Ada seseorang menghadap Nabi SAW, ia berkata: ‘Saudaraku mengeluhkan sakit pada perutnya.’ Nabi berkata: ’Minumkan ia madu.’ Kemudian orang itu dating untuk kedua kalinya, Nabi berkata: ‘Minumkan ia madu.’ Orang itu dating lagi pada kali yang ketiga, Nabi tetap berkata: ‘Minmkan ia madu.’ Setelah itu, orang itu dating lagi dan menyatakan: ‘Aku talah melakukannya (namun belum sembuh juga malah bertambah mencret).’ Nabi bersabda: ‘Allah Mahabenar dan perut saudaramu itu dusta. Minumkan lagi madu.’ Oarng itu meminumkannya lagi, maka saudaranya pun sembuh.” (HR.Al-Bukhari no. 5684 dan Muslim no. 5731).

ul

Madu merupakan makanan sekaligus obat yang disebutkan Allah SWT. Dalam Al-Qur’an . oleh karena itu, Rasulullah Saw. Menyukai madu sebagai makanan atau sebagai penyembuh penyakit. Bahkan, Beliau suka meminum madu di pagi hari dengan di campur air dingin untuk menjaga atau mengobati penyakit usus.

Manfaat madu diantaranya:

  • Antibakteri, anti radang, dan antioksidan
  • Madu menyehatkan gigi dan gusi, memutihkan gigi, mengobati sariawan dan gangguan mulut lainnya.
  • Mengobati diabetes, mencegah terjadinya radang usus besar (colitis), maag dan tukak lambung, membersihkan liver, memperlancar buang air kecil,dll.

Kelebihan madu diantaranya ialah

  • Probiotik (tidak antibiotik),
  • meningkatkan imunitas tubuh,
  • tidak akan terjadinya efek samping,
  • mengandung nutrisi, makanan, vitamin dan mineral organic,
  • serta mengobati kesumber sakit, causa (penyebab) penyakit
  • dan tidak hanya mengobati satu macam penyakit, diantaranya dapat mengobati : batu saluran kencing, batu empedu, radang usus buntu (apendisitis), jantung, radang payudara (mastitis), disentri, wasir, beser mani (spermatorea), darah tinggi (hipertensi), pendengaran berkurang (tuli), rematik gout, memar, bisul dan luka bakar.

Dalam dunia keperawatan  Madu meamang digunakan untuk pengobatan pasien, jadi apapun yang telah dijelsakan di dalam Al-Qur’an memang di dunia kesehatan pun digunakan, karena memang khasiat dari madu sangatlah banyak dan memang alami yang tidak berbahaya untuk pasien.

  1. Pengobatan dengan Air Zam-zam

Rasulullah Saw. Bersabda,

Artinya:

zam2

 

 

 

    “Air zamzam menyembuhkan menurut niat apa ia diminum.”

“Dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anh, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Air Zam-Zam sesuai dengan niat ketika meminumnya. Bila engkau meminumnya untuk obat, semoga Allah menyembuhkanmu. Bila engkau meminumnya untuk menghilangkan dahaga, semoga Allah menghilangkannya.

Syeikh Zafar Ahmad Al-Usmani At-Tahanuwi adalah salah seorang ulama besar, ahli hadits dan pakar fikih di India dan Pakistan, yang meninggal dunia pada tahun 1394H. semasa hidupnya, diriwayatkan, Beliau pernah bercerita, “Pada haji ketiga, aku meminum air Zam-zam untuk suatu hajat, karean ketika itu aku mengidap sauatu penyakit di mulutku sampai sukar menyampaikan pelajaran dan khutbah. Sebelum ibadah haji selesai dengan sempurna, aku sudah mampu berbicara dan berkutbah setelah minum air zamzam dengan niat untuk menghilangkan penyakit tersebut”.

ter

Kisah ini dialami oleh Imam Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah. Beliau berkata : “Aku mengobati penyakitku dengan air zmzm berdasarkan firman Allah Ta’ala yang mafhumnya Kepad-Mu kami menyembah dan kepada-Mu kami meminta pertolongan. Aku mulai meminum air zamzam dan terus membaca ayat Al-Fatihah tersebut, lalu aku minum lagi dan aku baca lagi. Dengan cara itulah aku mendapatkan kesembuhan yang sempurna. Setelah itu alu selalu berpeagang kepada air zamzam dalam (mengobati) banyak penyakit dan hasilnya amat menuaskan.”

 

  • Peneliatian yang menunjukan keistimewaan air zamzam yaitu:
    1. Irg. Ahmad Abdul Qadir menegaskan bahwa hasil uji laboratorium tentang unsure kimia air zamzam menunjukkan bahwa air zamzam bersih, tidak mengandung warna dan bau- kalau pun ada, baunya sangat minim, mengandung 7,5% Hidrogen. Komposisi ini menunjukkan bahwa dalam batas apa pun air zamzam merupakan air alkalin.
    2. Air zamzam yang secara ilmiah bersifat basa, bisa menetralisasi kelebihan asam hidroklorat (HCl) yang terdapat dalam perut dan mengurangi rasa kembung.
    3. Kadar kalsium dan garam magnesium lebih tinggi, berkhasiat untuk menghilangkan rasa haus dan efek penyembuhan.
    4. Mengandung zat fluoride yang berkhasiat memusnahkan kuman-kuman yang terdapat dalam kandungan airnya.
    5. Memiliki keseimbangan elektrolit yang sempurna, juga mineral esensial yang sangat baik lagi penting bagi kesehatan. Sangat alami dan murni, bebas dari satu pun mikroorganisme patogen.
    6. Tidak pernah kadaluarsa
    7. Zamzam 100 persen alami, tidak mengandung klorin, dll.

 

  1. Pengobatan dengan zaitun

 “Konsumsilah minyak zaitun dan gunakan sebagai minyak rambut, karena minyak zaitun dibuat dari pohon yang penuh berkah.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

juk

Manfaat mengkonsumsi minyak zaitun :

  1. Minyak zaitun dapat meluruhkan lemak dan membantu penguatan lever.
  2.  Minyak zaitun untuk memasak makanan dapat mencegah kanker usus.
  3.  Mengoleskan minyak zaitun yang berkualitas baik pada permukaan kulit setelah tersengat terik matahari, dapat mengurangi resiko terserang kanker kulit.
  4. Minyak zaitun juga berguna bagi kromosom dalam tubuh manusia.
  5. Mengurangi pemakaian obat-obatan penurun tekanan darah tinggi.
  6. Mengurangi serangan kanker.
  7. Melindungi dari serangan kanker payudara. Sesendok makan minyak zaitun setiap hari mengurangi risiko kanker payudara sampai pada kadar 45%.
  8. Menurunkan risiko kanker rahim sampai 26%, dll.
  1. Habbatus Sauda’ atau Jinten Hitam atau Syuwainiz

Dalam Ash-Shohihain diriwayatkan hadist dari Ummu Salamah dari Abu Hurairah R.A, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Hendaklah kalian mengkonsumsi Habbatus Sauda’ , karena didalamnya terdapat kesembuhan dari setiap penyakit, kecuali saam. Sedangkan saam artinya kematian.”

tul

  • Manfaat habbatus sauda :
  • Melawan kanker
  • Dapat mencegah sirosis hati
  • Mengobati asma
  • Memperkuat imunitas tubuh
  • Meningkatkan memori dan konsentrasi
  • Meningkatkan bioaktivitas hormone
  • Menetralkan toksin
  • Mengatasi susah tidur dan stress
  • Menyembuhkan diabetes mellitus, dll

 

  1. Pengobatan dengan Talbinah

Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Talbinah dapat melegakan hati orang yang sakit dan menghilangkan sebagian kesedihan.” (H.R. Bukhari).

hy

Memberikan makanan yang paling lembut kepada pasien yang berpenyakit berat adalah bagian dari kaidah Thibbun Nabawi. Diuraikan oleh Ibnu Qayyim bahwasannya talbinah bermanfaat untuk menguatkan panas tubuh alamiahnya dan melenyapkan duka serta kesedihan. Talbinah adalah air rebusan biji gandum, yang nilai gizinya lebih banyak dari tepung gandum. Talbinah baik untuk orang yang terkena penyakit syaraf dan gangguan kejiwaan, bahkan dengan kandungan Betaglocannya dapat menurunkan kolesterol dalam darah, juga karena kandungan magnesiumnya yang tinggi sangat baik untuk mereka yang mempunyai penyakit jantung. Talbinah membantu mengobati semua gangguan pada lambung.

  1. Pengobatan dengan Kurma

             “Barang siapa yang makan pagi dengan tujuh butir kurma Ajwah, maka tak akan mencelakainya racun dan sihir dihari itu” (Riwayat Shahih Al-Bukhari).

tuj

  • Manfaat kurma :
  • Kurma mengandung antioksidan, anti infeksi, anti inflamasi dan anti hemoragik.
  • Menjaga kesehatan mata dan kulit
  • Kalium dalam kurma adalah komponen penting dari sel dan cairan tubuh yang membantu mengendalikan denyut jantung dan tekanan darah, sehingga memberikan perlindungan terhadap penyakit jantung koroner, dll.
  • Mencegah penyerapan kolesterol LDR dalam usus.
  • Melancarkan buang air besar dan mencegah konstipasi.

 

  1. Terapi (Hijamah atau bekam)

 

الشِّفَاءُ فِيْ ثَلاَثَةٍ: شَرْبَةِ عَسَلٍ وَشَرْطَةِ مِحْجَمٍ وَكَيَّةِ نَارٍ وَإِنِّيْ أَنْهَى أُمَّتِيْ عَنْ الْكَيِّ

“Kesembuhan itu berada pada tiga hal, yaitu minum madu, sayatan pisau bekam dan sundutan dengan api (kay). Sesungguhnya aku melarang ummatku (berobat) dengan kay.” (HR Bukhari)

إِنَّ أَمْثَلَ مَا تَدَاوَيْتُمْ بِهِ الْحِجَامَةُ وَالْفَصْدُ

“Sesungguhnya metode pengobatan yang paling ideal bagi kalian adalah hijamah (bekam) dan fashdu (venesection).” (HR Bukhari – Muslim)

Dari Jabir RA, bahwa ada seorang wanita Yahudi dari penduduk Khaibar memasukkan racun ke dalam daging domba yang dipanggang, lalu menghadiahkannnya kepada Rasulullah SAW. Beliau mengambil bagian kaki dan memakan sebagian darinya. Beberapa orang sahabat yang bersamanya juga ikut memakannya. Tiba-tiba beliau bersabda, “Lepaskan tangan kalian!’, Beliau mengirim utusan untuk memanggil wanita Yahudi itu, lalu beliau bersabda, “Rupanya engkau telah meracun domba ini,” “Siapa yang memberitahumu? Tanya wanita Yahudi. Beliau menjawab, “Bagian kaki domba inilah yang memberitahukannya kepadaku”, “Memang aku telah meracunnya. Dalam hati aku berkata, “Kalau memang dia benar-benar seoarang Nabi, maka racun itu tidak akan membahayakannya dirinya. Tapi kalau memang dia bukan seorang Nabi, maka kami dapat merasa tenang,” jawab wanita Yahudi. Rasulullah SAW memaafkan wanita Yahudi itu dan tidak menjatuhkan hukuman kepadanya. Sebagian sahabat yang terlanjur memakannya ada yang meninggal. Lalu Rasulullah SAW melakukan pengobatan dengan hijamah di bagian pundaknya karena daging yang terlanjur beliau makan. Yang mengobatinya adalah Abu Hidun, dengan menggunakan tulang tanduk dan mata pisau. Orang itu budak milik bani Bayadhah dari kalangan Anshar.

 

  1. Pengertian Bekam

qq

Bekam merupakan metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah yang terkontaminasi toksin atau oksidan dari dalam tubuh melalui permukaan kulit ari. Dalam istilah medis dikenal dengan istilah ‘Oxidant Therapy’ atau ‘Oxidant Drainage Therapy’ atau istilah yang lebih popular adalah ‘detoksifikasi’. Cara ini lebih efektif dibandingkan dengan cara pemberian obat antioksidan (obat kimiawi) yang bertujuan untuk menetralkan oksidan di dalam tubuh sehingga kadarnya tidak makin tinggi. Tapi jika efek obat antioksidan sudah habis, oksidan akan tumbuh dan berkembang kembali. Karena itu, para dokter biasanya memberikan obat antioksidan seacara kontinyu.

Untuk mengeluarkan oksidan dari dalam tubuh butuh keterampilan khusus. Caranya dengan penyedotan menggunakan alat khusus yang sebelumnya didahului dengan pembedahan minor (sayatan khusus) seacara hati-hati di titik-titik tertentu secara tepat dalam tubuh. Jika oksidan dapat dikeluarkan semua maka penyumbatan aliran darah ke organ-organ tertentu dalam tubuh dapat diatasi, sehingga fungsi-fungsi fisiologis tubuh kembali normal.

Dalam ilmu kedokteran islam, bekam tidak boleh sembarang dilakukan. Bekam hanya boleh dilakukan pada pembekuan/penyumbatan dalam pembuluh darah, karena fungsi bekam yang sesungguhnya adalah untuk mengeluarakan darah kotor dari dalam tubuh. Dalam kaitan untuk membersihkan diri ini, Allah mengkhususkan satu bulan dalam satu tahun untuk berpuasa 9pada bulan Ramadhan) sebagai salah satu jalan untuk menyucikan rohani. Dan berbekam merupakn salah satu cara untuk menyucikan atau membersihkan jasmani.

2. Jenis Bekam

1.Bekam kering atau bekam angin (Hijamah Jaaffah),

Yaitu menghisap permukaan kulit dan memijat tempat sekitarnya tanpa mengeluarkan darah. Bekam kering baik bagi orang yang tidak tahan suntikan jarum dan takut melihat darah. Kulit yang dibekam akan tampak merah kehitam-hitaman selama 3 hari atau akan kelihatan memar selama 1 atau 2 pekan. Insya Allah sangat baik diolesi minyak habbah sauda’ atau minyak zaitun untuk menghilangkan tanda lebam pada kulit yang selesai dibekam. Bekam ini sedotannya hanya sekali dan dibiarakan selama 5-10 menit.

Bekam kering ini berkhasiat untuk melegakan sakit seacara darurat atau digunakan untuk meringankan kenyerian urat-urat punggung karena sakit rheumatic, juga penyakit-penyakit penyebab kenyerian punggung. Bekam kering bermanfaat juga untuk terapi penyakit par-paru, radang ginjal, pembengkakan liver/radang selaput jantung, radang urat syaraf, radang sumsum tulang belakang, nyeri punggung, rematik, masuk angin, wasir, dan lain-lain. Terdapat dua teknik bekam kering yang dapat dipraktekkan untuk tempat tertentu yaitu bekam luncur dan bekam tarik.

*Bekam luncur

Caranya dengan meng-kop pada bagian tubuh tertentu dan meluncurkan kea rah bagian tubuh yang lain. Teknik bekam ini biasa digunakan untuk pemanasan pasien, berfungsi untuk melancarkan peredaran darah, pelemasan otot, dan menyehatkan kulit.

*Bekam tarik

Dilakukan seperti ditarik-tarik. Dibekam hanya beberapa detik kemudian ditarik dan ditempelkan lagi hingga kulit yang dibekam menjadi merah.

  1. Bekam basah (Hijamah Rothbah),

Yaitu pertama kita melakukan bekam kering, kemudian kita melukai permukaan kulit dengan jarum tajam (lancet) atau sayatan pisau steril (surgical blade), lalu di sekitarnya dihisap dengan alat cupping set dan hand pump untuk mengeluarakan darah kotor dari dalam tubuh. Lamanya setiap hisapan 3 sampai 5 menit., dan maksimal 9 menit, lalu dibuang darah kotornya. Penghisapan tidak lebih dari 7 kali hisapan. Darh kotor berupa darah merah pekat dan berbuih. Insya Allah bekasnya (kulit yang lebam) akan hilang 3 hari kemudian setelah diolesi minyak habbah sauda’ atau minyak zaitun. Dan selama 3 jam setelah dibekam, kulita yang lebam itu tidak boleh disiram air. Jarak waktu pengulangan bekam pada tempat yang sama adalah 4 minggu.

Bekam basah berkhasiat untuk berbagai penyakit, terutama penyakit yang terkait dengan terganggunya system peredaran darah di tubuh. Kalau bekam kering dapat menyembuhkan penyakit-penyakit ringan, maka bekam basah dapat menyembuhkan penyakit-penyakit yang lebih berat, akut, kronis ataupun yang degenerative, seperti darah tinggi, kanker, asam urat, diabetes mellitus (kencing manis), kolesterol, dan osteoporosis.

3. Mengapa harus berhijamah?

Teknik pengobatan hijimah adalah suatu proses membuang darah kotor (toksid/racun) yang berbahaya dari dalam tubuh melalui bawah permukaan kulit. Toksid/rtoksin adalah endapan racun/zat kimia yang tidak bias diurai oleh tubuh. Darh kotor adalah darh yang mengandung toksid/racun, atau drah statis yang menyumbat peredaran darah sehingga system peredaran darah tidak dapt berjalan lancar. Kondisi ini sedikit demi sedikit akan menggganggu kesehatan, baik fisik maupun mental. Akibatnya akan terasa lesu, murung, resah, linu, pusing, dan senantiasa merasa kurang sehat, cepat bosan, dan mudah naik pitam. Ditambah dengan angin yang sulit dikeluarkan dari dalam tubuh, akibatnya tubuh akan mudah kena penyakit mulai dari yang akut seperti influenza samapi dengan penyakit degeneratif semacam stroke, darah tinggi, kanker, kencing manis, bahkan sampai gangguan kejiwaan.

Toksid dalam tubuh manusia dapat berasal dari:

  1. Pencemaran udara
  2. Makan siap saji (fast food) karena mengandung zat kimia yang tidak baik untuk tubuh seperti pengawet, pewarna, essence, penyedap rasa, dan sebagainya.
  3. Hasil pertanian seperti petisida (insektisida, fungisida, herbisida)
  4. Kebiasaan buruk (bad habit) seperti merokok, makn tidak teratur/bersih, makn tidak seimbang, terlalu panas atau dingin, terlalu asam, dan lain-lain.
  5. Obat-obatan kimia, karena mempunyai efek merusak organ atau mikroba yang normal dalam tubuh.

Terdapat banyak factor yang menyebabkan darah statis, yaitu:

  1. Darah statis yang diakibatkan oleh kecelakaan sewaktu di dalam rahim dan sewaktu dilahirkan.
  2. Darah statis yang bersumber dari trauma penderitaan fisik, seperti kecelakaan, terseleo, berkelahi, kena cubit, kena tendang, kena rotan, dan sebagainya.
  3. Darah statis akibat perbuatan sendiri, seperti mengangkat beban berat, penggunaaan pakaian ketat, ikat kepala yang berkepanjangan.
  4. Darah statis yang bersumber dari emosi tidak terkawal. Kemarahan, ketakutan, kesedihan, kesayuan, dan kerisauan menyebabkan pengeluaran adrenalin berlebihan yang dapat membahayakan metabolism tubuh.
  5. Darah statis yang diakibatkan oleh diet yang tidak seimbang, kegemukan, sering sembelit, dan pencemarn alam.

Dengan demikian drah statis harus dikeluarkan dengan cara apapun. Namun system pengobatan allopathy (konvensional) tidak dapat bertindak demikian. Kita harus mencari pengobatan  yang dapat bertindak mengeluarkan toksid-toksid tersebut secara ceapat agar tubuh tidak lemah dan mudah diserabg berbagai penyakit. Salah  satu caranya adalah dengan berhijamah (berbekam).

Hijamah/bekam merupakan metode paling unggul dan sangat berkhasiat untuk mengatasi berbagai macam penyakit. Bekam juga merupakn preventive medicine (metode pencegahan) selain juga sangat efektif untuk curative medicine (metode penyembuhan).

Hijamah bukanlah pengobatn alternative. Namun ia merupakan pengobatan berdasarkan wahyu (sunnah Rsaul), maka ia mempunyai satu hikmah yang luar biasa dari sisi kahsiatnya, dan yang menyembuhkannya tetap adalah Allah SWT.

4. Hukum Bekam

Imam Ghazali berpendapat, yang dinukilkan dalam kitab Tasyirul Fiqih lil Muslimil Mu’ashir oleh Dr. Yusuf Qardhawi: “Al Hijamah adalah termasuk fardhu kifayah. Jika di suatu wilayah tidak ada seorang yang mempelajarinya, maka semua penduduknya akan berdosa. Namun jika ada salah seorang yang melaksanakannya serta memadai, maka gugurlah kewajiban dari yang lain. Menurut saya, sebuah wilayah kadang membutuhkan lebih dari seorang. Tapi yang terpenting adalah adanya jumlah yang mencukupi dan memenuhi seukuran kebutuhan yang diperlukan. Jika di sebuah wilayah tidak ada orang yang Muhtajib (ahli bekam), suatu kehancuran siap menghadang dan mereka akan sengsara karena menempatkan diri di ambang kehancuran. Sebab Dzat yang menurunkan penyakit juga menurunkan obatnya, dan memerintahkan untuk menggunakannnya serta menyediakan sarana untuk melaksanakannya, maka dengan meremehkannya berarti sebuah kehancuran telah menghadang.

Para ahli sepakat bahwa pengobatan yang baik ialah pengobatan luar dalam. Dengan dua terapi ini, herba dan bekam, merupakan kekuatan sinergis bila dipadukan, bekam sebagai terapi luar, dan herba sebagai terapi dalam yang tidak bisa disembuhkan dengan bekam.

5.Tempat atau Titik Bekam :

  1. Di bagian atas kepala (ummu mughits), caranya dengan mencukur rambut pada bagian yang akan dibekam. Bekam di kepala sangat efektif untuk terapi penyakit migrain, vertigo, sakit kepala menahun, darah tinggi, stroke, suka mengantuk, sakit gigi, sakit mata, melancarkan peredaran darah, perbaikan sistem kekebalan tubuh, dan lain-lain.
  2. Di sekitar urat leher (al akhda’iin), titik ini untuk mengobati penyakit seperti: sakit kepala, wajah, kedua telinga, mata, polip (hidung) dan tenggorokan, gigi seri lidah, kanker darah, melancarkan peredaran darah.
  3. Di bawah kepala (An Naqrah), sekitar empat jari di bawah tulang tengkorak paling bawah bermanfaat menyembuhkan radang mata (pada anak-anak), tumor pada telinga, berat kepala, bintik-bintik di wajah, jerawat.
  4. Daerah antara dua pundak (al kaahil), merupakan titik paling sentral untuk mengatasi berbagai macam penyakit.
  5. Daerah sekitar pundak kiri dan kanan (Naa ‘is), yaitu daging lembut di pundak yang tegang ketika merasa takut. Bekam pada titik ini dapat bermanfaaat untuk menetralisir keracunan dan penyakit liver.
  6. Daerah punggung (di bawah tulang belikat), bekam di daerah ini banyak memiliki keistimewaan dan khasiatnya.
  7. Daerah punggung bagian bawah dan tulang ekor untuk penyakit pegal/nyeri di pinggang dan wasir.
  8. Pangkal telapak kaki (iltiwa’ – di bawah mata kaki) untuk penyakit nyeri di kaki, asam urat, kaku, dan pegal-pegal.
  9. Di tempat-tempat yang dirasakan sakit.

Titik-Titik Terlarang Untuk Bekam Sebagai Berikut:

  • Inveksi baru. Karena darah akan mengucur deras dan keluar terlalu banyak. Karena dengan torehan yang tipis pada epidermis saja, darah bisa keluar banyak yang dapat mengakibatkan anemia.
  • Patella atau tempurung lutut.
  • Tepat di sendi-sendi tulang.
  • Varises. Benar-benar merupakan tindakan yang amat bodoh jika gelas bekam mengenai varises. Jika pembuluh darah vena yang mengalami varises itu pecah, maka dapat mengancam nyawa pasien.
  • Tumor dan kanker. Prinsipnya sama dengan varises.
  • Tulang punggung kecuali di bagian bawah servikal dan bagian atas torakal serta bagian bawah lumbar.
  • Pusat kelenjar limfa atau getah bening atau node lymphaticy.
  • Lubang-lubang alami, seperti telinga, pusar, puting susu atau payudara, mata, telinga.
  • Bagian yang terkena cacar air. Prinsipnya sama dengan luka baru.
  • Di bagian tubuh yang sangat sakit karena asam urat stadium tinggi.
  • Bagian perut wanita hamil. Kalaulah harus dihijamah, maka dapat dihijamah dari arah belakang atau punggung.
  • Bagian tubuh yang sensitive dan banyak syaraf yang lembut, seperti pergelangan lengan tangan dalam. Hal ini hanya sebatas untuk kehati-hatian, karena toh sayatan dilakukan amat tipis di epidermis.
  • Tepat di lipatan tubuh, seperti ketiak, selangkangan, siku dalam.

6. Waktu Khusus Bekam

Dari Anas RA, berkata Rasulullah SAW biasa berbekam pada akhda’ain dan tengkuk. Beliau berbekam pada tanggal 17, 19, dan 21 bulan hijrah (HR. Tirmidzi:51/Hasan). Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa berbekam pada tanggal 17, 19 dan 21, maka itu akan menyembuhkan semua penyakit” (HR. Abu Dawud, (3861), hasan).

Ibnul Qoyyim berkata : ” Semua hadits ini sesuai dengan kesepakatan para tabib bahwa berbekam pada paruh kedua suatu bulan hingga pekan ketiga dari setiap bulan, lebih bermanfaat daripada berbekam pada awal bulan maupun akhir bulan. Namun, bila karena suatu kebutuhan pengobatan dengan cara ini digunakan, kapan saja itu dilakukan, maka tetap bermanfaat, meski di awal bulan atau akhir bulan.”

Secara alamiah pada tanggal tersebut cairan-cairan dalam tubuh bergolak dan mencapai puncak penambahannya. Jika di awal bulan darah belum bergejolak sedangkan di akhir bulan darah sudah mulai berkurang. Pemilihan waktu hijamah adalah sebagai tindakan preventif untuk menjaga kesehatan dan penjagaan diri terhadap penyakit. adapun untuk kasus tertentu misalnya sakitnya tidak tepat/ jauh pada tanggal tersebut bisa dibekam pada waktu sakit karena saat itu darah dalam keadaan tidak normal.

7. Hadits keutamaan dan manfaat bekam

  1. Sesungguhnya cra pengobatan paling ideal yang kalian pergunkan adalah hijamah (bekam) (Muttafaq ‘alaihi, Shahih Bukhari (no. 2280) dan Shahih Muslim (no.2214)
  2. Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah al hijamah (HR. Ahmad, shahih).
  3. Dari Ashim bin Umar bin Qatadah RA, dia memberitahukan bahwa Jabir bin Abdullah RA pernah menjenguk al-Muqni’ RA, dia bercerita: “Aku tidak sembuh sehingga aku berbekam, karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: ‘Sesungguhnya didalamnya terkandung kesembuhan’. “ (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Ya’la, al-Hakim, al-Baihaqi).
  4. Kesembuhan bias diperoleh dengan 3 cara yaitu: sayatan pisau bekam, tegukan madu, sundutan api. Namun aku tidak menyukai berobat dengan sundutan api (HR. Muslim)
  5. Penyembuhan terdapat dalam tiga hal, yakni meminum madu, sayatan alat bekam, dan sundutan dengan api. Dan aku melarang umatku berobat dengan sudutan apai. (HR. Bukhori)

Dalam dunia keperawatan metode pengobatan yang diajarkan Rasulullah SAW.memang digunakan, namun ada sedikit perubahan karena semakin majunya dunia kesehatan sehingga pengobatan-pengobatan yang diajarkan Rasulullah SAW sebagian dimodifikasi. Tetapi masih banyak umat muslim yang masih memegang teguh pengobatan yang diajarkan Rasulullah seperti Ruqyah, dan biasanya ketika anak kecil panas sering menggunakan madu. Menjadi seorang perawat yang professional tidak hanya merawat pasien saja, tetapi harus tahu bagaimana cara pengobatan yang baik secara medis dan yang benar menurut yang diajarkan Rasulullah SAW. Dan seorang perawat harus mampu membimbing pasien untuk selalu mengingat sang penciptanya, karena yang menyembuhkan hanyalah Allah SWT.  Dengan ini seorang perawat tidak hanya mengetahui pengobatan medis saja, tetapi mengetahui pengobatan menurut Rasulullah, sehingga wawasan seorang perawat sangatlah luas yang dapat membuat pasien lebih nyaman dan lebih baik, tetapi tetap yang menyembuhkan hanyalah Allah SWT.

Referensi

Nizar D, Muhammad. 2002. Hidup Sehat & Bersih Ala Nabi. Jakarta: Hikmah.

Pandi W, Emma.  2010. Sehat Cara Al-Qur’an & Hadis. Jakarta: Hikmah.

Sumber: Ust. M. Arifin Ilham & Hasan. MT. 2008. 101 Doa Penuntun Hidup Sukses.

Novi. 2013. Pengobatan Menurut Nabi. Bandung

Muhadi dan Muadzin.Semua Penyakit Ada Obatnya, Menyembuhkan Penyakit ala Rasulullah.

Assegaf, Mohammad Ali Toha. 2009. 365 Tips Sehat ala Rasulullah. Jakarta: Hikmah.

As-Sayyid, Abdul Basith Muhammad. 2007. Pola Makan Rasulullah, Makanan Sehat Berkualiatas Menurut al-Qur’an dan as-Sunnah. Cetakan ke II. Jakarta: Almahira.

Asti, Badiatul Muchlisin. 2009. Mukjizat penyembuhan Air Zamzam. Cetakan ke I. Yogyakarta: Mutiara Media.

Az-Zaki, Jamal Muhammad. Hidup Sehat Tanpa Obat, Manfaat Kesehatan Dalam Shalat, Puasa, Zakat, Dan Haji.

http://vienmuhadi.com/2013/05/14/bekam-al-hijamah-cara-pengobatan-menurut-sunnah-nabi-saw/

http://www.hadistislam.com/2012/06/cara-hidup-sehat-ala-rasulullah-saw.html

http://www.kelair.bppt.go.id/Sitpa/Artikel/Airzamzam/airzamzam.htm